{"id":2385,"date":"2026-09-03T10:01:53","date_gmt":"2026-09-03T03:01:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=2385"},"modified":"2026-09-03T10:01:53","modified_gmt":"2026-09-03T03:01:53","slug":"kapolda-ntt-resmikan-mi-al-hidayah-wujudkan-ruang-belajar-layak-bagi-anak-pulau-kukusan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=2385","title":{"rendered":"Kapolda NTT Resmikan MI Al-Hidayah, Wujudkan Ruang Belajar Layak bagi Anak Pulau Kukusan"},"content":{"rendered":"<p><b>NTT, 3 September<br \/>\n2026 &#8211; <\/b>Dulu, sebagian anak-anak di Pulau Kukusan harus<br \/>\nbelajar di bawah pohon karena keterbatasan ruang kelas. Kini, mereka dapat<br \/>\nkembali belajar di ruang yang lebih layak. Kondisi tersebut berubah setelah<br \/>\nKapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., meresmikan revitalisasi<br \/>\nMI Al-Hidayah sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat dan<br \/>\ntenaga pendidik terdampak gempa bumi Flores, Selasa (1\/9\/2026).<\/p>\n<p>Untuk mencapai Pulau Kukusan, perjalanan harus ditempuh<br \/>\nmenggunakan kapal dengan akses yang cukup terbatas. Letaknya yang berada jauh<br \/>\ndari pusat aktivitas membuat perjalanan menuju pulau ini membutuhkan waktu dan<br \/>\nupaya lebih. Di tengah kondisi tersebut, Kapolda NTT hadir langsung di tengah<br \/>\nmasyarakat Kukusan untuk melihat kondisi warga dan sekolah yang selama ini<br \/>\nmenjalani aktivitas dengan berbagai keterbatasan.<\/p>\n<p>Revitalisasi yang dilakukan Direktorat Polairud Polda NTT<br \/>\npada Juni 2026 mencakup perbaikan dua ruang kelas. Dari sebelumnya hanya<br \/>\nmemiliki dua ruang yang dapat digunakan, kini kegiatan belajar mengajar dapat<br \/>\nberlangsung di empat ruang kelas. Bagi 46 siswa MI Al-Hidayah, perubahan<br \/>\ntersebut memberikan ruang belajar yang lebih nyaman untuk mengikuti pelajaran<br \/>\ndan mengejar cita-cita.<\/p>\n<p><b>Kapolda NTT, Irjen<br \/>\nPol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, <\/b>mengatakan, \u201cSaat melihat langsung kondisi sekolah dan perjuangan para<br \/>\npendidik di Pulau Kukusan, saya merasa prihatin sekaligus mengapresiasi<br \/>\nsemangat mereka yang tetap bertahan memberikan pendidikan di tengah<br \/>\nketerbatasan. Ternyata masih ada sekolah di wilayah NTT yang membutuhkan<br \/>\nperhatian dan dukungan kita bersama. Saya berharap bantuan ini dapat membuat<br \/>\nanak-anak belajar lebih nyaman dan para pendidik terus semangat mendampingi<br \/>\nmereka meraih cita-cita.\u201d<\/p>\n<p>Apa yang disampaikan Kapolda NTT juga menggambarkan<br \/>\nkeseharian yang dijalani pihak sekolah. <b>Kepala MI Al-Hidayah, Husen,<\/b><br \/>\nmengatakan, \u201cPerjuangan menyelenggarakan pendidikan di Pulau Kukusan memang<br \/>\ntidak mudah. Dulu sebelum direnovasi pada Juni 2026 oleh Direktorat Polairud<br \/>\nPolda NTT, hanya dua ruangan yang bisa digunakan untuk belajar. Sebagian siswa<br \/>\nharus belajar di bawah pohon dan kegiatan belajar juga sering terganggu oleh<br \/>\nkambing. Meski begitu, kami tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik agar<br \/>\nanak-anak di sini bisa terus belajar dan meraih cita-cita.\u201d<\/p>\n<p>MI Al-Hidayah yang<br \/>\nberdiri sejak 2001 merupakan satu-satunya lembaga pendidikan di Pulau Kukusan.<br \/>\nSekolah tersebut kini didukung empat orang tenaga guru yang mendampingi 46<br \/>\nsiswa. Dengan fasilitas yang telah diperbaiki, kegiatan belajar mengajar<br \/>\ndiharapkan dapat berlangsung lebih baik sekaligus mendukung para guru dalam<br \/>\nmenjalankan proses pendidikan.<\/p>\n<p>Selain revitalisasi<br \/>\nsekolah, kunjungan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan bagi<br \/>\nmasyarakat dan tenaga pendidik. Polda NTT membawa sembako, susu, mainan anak,<br \/>\nserta perlengkapan sekolah. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian<br \/>\nkepada warga Pulau Kukusan yang masih menjalani proses pemulihan setelah<br \/>\nterdampak gempa bumi Flores. Pemulihan juga menyasar kondisi psikologis<br \/>\nanak-anak melalui kegiatan trauma healing untuk membantu mengurangi rasa takut<br \/>\ndan kecemasan setelah bencana.<\/p>\n<p>Kehadiran Kapolda NTT<br \/>\nbersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, Wakapolda NTT<br \/>\nBrigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., sejumlah Pejabat Utama Polda NTT, dan<br \/>\nKapolres Manggarai Barat menunjukkan bahwa pelayanan Polri tidak berhenti di<br \/>\npusat kota. Hingga ke pulau dengan akses terbatas, Polri berupaya hadir melalui<br \/>\npendidikan, bantuan kemanusiaan, dan pemulihan psikologis anak-anak.<\/p>\n<p>Dari Pulau Kukusan, revitalisasi dua ruang kelas menjadi<br \/>\nbukti bahwa harapan bisa tumbuh di mana saja. Anak-anak yang sebelumnya belajar<br \/>\ndi bawah pohon kini memiliki ruang yang lebih nyaman untuk belajar dan mengejar<br \/>\ncita-cita. Bagi Polri, melindungi juga berarti hadir dan memastikan masyarakat<br \/>\ndi pelosok tetap diperhatikan. Bencana boleh datang, tetapi harapan tidak boleh<br \/>\nikut hilang. Semangat <b>Polri untuk Masyarakat<\/b> terus diwujudkan melalui<br \/>\nkepedulian dan pelayanan hingga ke pelosok NTT. <b>Polda NTT Penuh Kasih, Dari<br \/>\nTimur Menguatkan Indonesia.<\/b><\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di VRITIMES<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NTT, 3 September 2026 &#8211; Dulu, sebagian anak-anak di Pulau Kukusan harus belajar di bawah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2386,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/3a31f66a-aa73-4cf5-9c22-b69902bcb9ec\/public","fifu_image_alt":"Kapolda NTT Resmikan MI Al-Hidayah, Wujudkan Ruang Belajar Layak bagi Anak Pulau Kukusan","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2385"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2385\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}