{"id":2131,"date":"2026-08-29T17:02:21","date_gmt":"2026-08-29T10:02:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=2131"},"modified":"2026-08-29T17:02:21","modified_gmt":"2026-08-29T10:02:21","slug":"apresiasi-pemda-berprestasi-2026-batch-ii-regional-jawa-bali-mendorong-pemerintah-daerah-terus-berinovasi-dan-memperluas-praktik-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=2131","title":{"rendered":"Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa\u2013Bali: Mendorong Pemerintah Daerah Terus Berinovasi dan Memperluas Praktik Baik"},"content":{"rendered":"<p><b>Bali, 29 Agustus 2026<\/b> \u2014 Kementerian Dalam Negeri<br \/>\nmelalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) bekerja sama dengan Tempo<br \/>\nMedia Group sukses menyelenggarakan penganugerahan <b>Apresiasi Pemerintah<br \/>\nDaerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Jawa dan Bali<\/b>. Acara puncak<br \/>\npenganugerahan tersebut berlangsung pada Jumat malam, 28 Agustus 2026, di Nusa<br \/>\nDua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali, guna memberikan<br \/>\npenghargaan kepada pemerintah daerah atas capaian kinerja tata kelola<br \/>\npemerintahan dan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. <\/p>\n<p>Penyelenggaraan kegiatan penganugerahan ini dikawal langsung<br \/>\noleh jajaran BSKDN Kemendagri, dengan pengawasan dan supervisi dari Kepala<br \/>\nPusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik BSKDN,<br \/>\n<b>Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si.<\/b>, serta didukung penuh oleh tim<br \/>\nBSKDN dan protokol Kemendagri.<\/p>\n<p>Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan<br \/>\nbahwa ajang ini dirancang sebagai bentuk apresiasi nyata sekaligus pendorong<br \/>\nmotivasi bagi jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja.<br \/>\nPenyelenggaraan acara ini membuktikan banyaknya kepala daerah yang memiliki<br \/>\nkecerdasan, inovasi, dan komitmen tinggi dalam merealisasikan program-program<br \/>\nprioritas nasional di daerahnya. <\/p>\n<p><b>Empat Kategori Utama dan Bentuk Apresiasi<\/b><\/p>\n<p>Penghargaan pada Batch II Regional Jawa-Bali ini difokuskan<br \/>\npada empat sektor pelayanan publik mendasar: <\/p>\n<p><b>&#8211; Kategori<br \/>\n     Implementasi Program 3 Juta Rumah:<\/b> Berkolaborasi dengan Kementerian<br \/>\n     Perumahan dan Kawasan Permukiman, kategori ini menilai komitmen pemda<br \/>\n     dalam penyediaan hunian layak, percepatan pembangunan perumahan, tata<br \/>\n     kelola permukiman berkelanjutan, serta inovasi daerah. Para pemenang<br \/>\n     memperoleh insentif berupa tambahan kuota Bantuan Stimulan Perumahan<br \/>\n     Swadaya (BSPS) atau bedah rumah senilai Rp20 juta per unit, dengan alokasi<br \/>\n     300 unit untuk Terbaik I, 250 unit untuk Terbaik II, dan 200 unit untuk<br \/>\n     Terbaik III. <\/p>\n<p><b>&#8211; Kategori<br \/>\n     Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan:<\/b> Penilaian mengukur pemenuhan<br \/>\n     Standar Pelayanan Minimal (SPM), pembenahan fasilitas puskesmas dan rumah<br \/>\n     sakit, serta dukungan terhadap program pemeriksaan kesehatan gratis. Upaya<br \/>\n     ini ditujukan agar penyakit masyarakat dapat diidentifikasi sejak dini<br \/>\n     sehingga strategi penanganan dapat dilakukan secara tepat. <\/p>\n<p><b>&#8211; Kategori<br \/>\n     Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan:<\/b> Kategori ini menilai kehadiran<br \/>\n     negara dalam penyediaan akses pendidikan berkualitas sebagai kebutuhan<br \/>\n     dasar yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa. <\/p>\n<p><b>&#8211; Kategori<br \/>\n     Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri:<\/b> Kategori ini menilai strategi<br \/>\n     pemda dalam mengatasi masalah sampah secara terpadu, mulai dari<br \/>\n     pengurangan sampah di hulu\/rumah tangga hingga pengolahan di hilir<br \/>\n     (termasuk pemanfaatan insinerator menjadi energi listrik) guna menciptakan<br \/>\n     nilai ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan. <\/p>\n<p>Para pemenang pada Kategori Layanan Kesehatan, Layanan<br \/>\nPendidikan, serta Pengelolaan Sampah berhak menerima insentif fiskal sebesar<br \/>\nRp2 miliar untuk Terbaik I, Rp1,5 miliar untuk Terbaik II, dan Rp1 miliar untuk<br \/>\nTerbaik III. Penyesuaian nilai insentif fiskal pada batch ini disesuaikan<br \/>\ndengan skema efisiensi dari Kementerian Keuangan. <\/p>\n<p>Selain mendorong pencapaian prestasi, Mendagri Tito<br \/>\nKarnavian menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah daerah dalam membangun<br \/>\nkepedulian sosial dan solidaritas antardaerah. Dalam menghadapi situasi bencana<br \/>\nalam yang berpotensi terjadi kapan saja di berbagai kawasan Indonesia,<br \/>\npemerintah daerah diharapkan tidak hanya mengejar skor penilaian kinerja,<br \/>\nmelainkan juga mengedepankan semangat gotong royong untuk membantu daerah<br \/>\ntetangga yang terdampak musibah. <\/p>\n<p>Mendagri mengapresiasi kebersamaan daerah yang saling<br \/>\nbahu-membahu menyalurkan dukungan anggaran dan logistik saat bencana terjadi,<br \/>\nseperti pada penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melibatkan<br \/>\nkepedulian daerah lain seperti Bali, NTB, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta,<br \/>\nhingga Kalimantan Timur. Bantuan silang ini sangat vital mengingat belum<br \/>\nseluruh pemerintah daerah memiliki kapasitas fiskal yang memadai saat<br \/>\nmenghadapi lonjakan kebutuhan penanganan darurat. <\/p>\n<p>Di tengah berbagai tantangan daerah seperti pemulihan<br \/>\npascabencana, kebakaran hutan dan lahan, musibah kebakaran kawasan adat, hingga<br \/>\nkrisis air bersih, pemerintah daerah dituntut hadir dan sigap mengambil<br \/>\nkeputusan. Praktik baik dan keberhasilan tata kelola yang dicapai oleh<br \/>\npemerintah daerah di wilayah Jawa dan Bali melalui penganugerahan ini<br \/>\ndiharapkan dapat dikenal lebih luas serta menjadi rujukan inspiratif bagi<br \/>\ndaerah-daerah lain di tanah air. <\/p>\n<p><b>Daftar Penerima Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II<br \/>\nRegional Jawa\u2013Bali:<\/b><\/p>\n<p><b>Implementasi<br \/>\n     Program 3 Juta Rumah:<\/b><\/p>\n<p><b><\/b><b>Provinsi:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Jawa Barat, <br \/>2. Banten<\/p>\n<p><b>Kota:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Bogor, <br \/>2. Surabaya,<br \/>3. Cilegon<\/p>\n<p><b>Kabupaten:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Banyuwangi, <br \/>2. Kuningan, <br \/>3. Madiun<\/p>\n<p><b>Akses<br \/>\n     dan Kualitas Layanan Kesehatan:<\/b><\/p>\n<p><b><\/b><b>Provinsi:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Bali, <br \/>2. DKI Jakarta<\/p>\n<p><b>Kota:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Mojokerto,<br \/>2. Tegal,<br \/>3. Surabaya<\/p>\n<p><b>Kabupaten:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Rembang, <br \/>2. Bantul,<br \/>3. Klungkung<\/p>\n<p><b>Akses<br \/>\n     Penduduk ke Layanan Pendidikan:<\/b><\/p>\n<p><b><\/b><b>Provinsi:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. D.I. Yogyakarta, <br \/>2. Bali<\/p>\n<p><b>Kota:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Salatiga, <br \/>2. Blitar,<br \/>3. Madiun<\/p>\n<p><b>Kabupaten:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Ponorogo, <br \/>2. Kulon Progo, <br \/>3. Magetan <\/p>\n<p><b>Pengelolaan<br \/>\n     Sampah dan Lingkungan Asri:<\/b><\/p>\n<p><b><\/b><b>Provinsi:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Jawa Timur, <br \/>2. Jawa Tengah <\/p>\n<p><b>Kota:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Malang, <br \/>2. Blitar, <br \/>3. Surabaya <\/p>\n<p><b>Kabupaten:<\/b>\n<\/p>\n<p>      1. Wonosobo, <br \/>2. Sidoarjo, <br \/>3. Ciamis<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di VRITIMES<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bali, 29 Agustus 2026 \u2014 Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2132,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/56fe9706-f790-4542-9155-f46e780d9b7e\/public","fifu_image_alt":"Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa\u2013Bali: Mendorong Pemerintah Daerah Terus Berinovasi dan Memperluas Praktik Baik","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2131","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2131"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2131\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}