{"id":1551,"date":"2026-08-20T23:02:03","date_gmt":"2026-08-20T16:02:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=1551"},"modified":"2026-08-20T23:02:03","modified_gmt":"2026-08-20T16:02:03","slug":"target-pensiunmu-di-usia-berapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=1551","title":{"rendered":"Target Pensiunmu di Usia Berapa?"},"content":{"rendered":"<p>Pensiun mungkin masih terasa jauh, terutama jika kamu masih berada di usia produktif. Namun, semakin cepat menentukan target usia pensiun, semakin mudah menyusun persiapannya.<\/p>\n<p>Misalnya, kamu ingin berhenti bekerja di usia 55 tahun. Artinya, kamu punya waktu tertentu untuk menyiapkan dana yang akan digunakan setelah tidak lagi memiliki penghasilan rutin.<\/p>\n<p>Karena itu, memiliki tabungan target sejak sekarang dapat membantu membuat rencana pensiun menjadi lebih terarah.<\/p>\n<h2>Tentukan Dulu Target Usia Pensiun<\/h2>\n<p>Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua orang. Usia pensiun dapat disesuaikan dengan kondisi pekerjaan, kebutuhan hidup, kondisi finansial, dan rencana pribadi.<\/p>\n<p>Coba tanyakan pada diri sendiri:<\/p>\n<p>Di usia berapa saya ingin berhenti bekerja?<\/p>\n<p>Setelah menentukan target usia, hitung berapa tahun lagi yang kamu miliki untuk mempersiapkan dana.<\/p>\n<p>Misalnya:<\/p>\n<p>Usia sekarang: 30 tahun<\/p>\n<p>Target pensiun: 55 tahun<\/p>\n<p>Waktu persiapan: 25 tahun<\/p>\n<p>Angka tersebut kemudian bisa menjadi dasar untuk menyusun target tabungan.<\/p>\n<h2>Hitung Kebutuhan Setelah Pensiun<\/h2>\n<p>Menentukan usia pensiun saja belum cukup. Kamu juga perlu memperkirakan kebutuhan hidup setelah pensiun.<\/p>\n<p>Coba catat pengeluaran yang kemungkinan tetap ada, seperti:<\/p>\n<p>&#8211; Kebutuhan sehari-hari<\/p>\n<p>&#8211; Tempat tinggal<\/p>\n<p>&#8211; Listrik dan air<\/p>\n<p>&#8211; Makanan<\/p>\n<p>&#8211; Transportasi<\/p>\n<p>&#8211; Kesehatan<\/p>\n<p>&#8211; Hobi dan rekreasi<\/p>\n<p>&#8211; Kebutuhan keluarga<\/p>\n<p>Kamu juga bisa mempertimbangkan gaya hidup yang ingin dijalani setelah pensiun.<\/p>\n<p>Apakah ingin tetap tinggal di kota? Sering bepergian? Menjalankan hobi? Atau memiliki usaha kecil?<\/p>\n<p>Semakin jelas gambaran kehidupan setelah pensiun, semakin mudah menentukan target dana yang perlu disiapkan.<\/p>\n<h2>Menurut Kalian, Bagaimana Caranya agar Tabungan Cepat Terkumpul?<\/h2>\n<p>Pertanyaan \u201cmenurut kalian bagaimana caranya agar tabungan cepat terkumpul?\u201d sering muncul ketika seseorang mulai memiliki target keuangan.<\/p>\n<p>Jawabannya bukan selalu dengan menabung dalam jumlah besar sekaligus. Kebiasaan menabung secara rutin juga dapat membantu.<\/p>\n<h3>1. Tentukan Nominal Rutin<\/h3>\n<p>Tentukan jumlah yang realistis untuk disisihkan setiap bulan.<\/p>\n<p>Misalnya, kamu menetapkan nominal tertentu setiap kali menerima penghasilan. Perlakukan dana tersebut sebagai bagian dari kebutuhan rutin, bukan uang yang baru ditabung jika ada sisa.<\/p>\n<h3>2. Pisahkan Tabungan dari Uang Harian<\/h3>\n<p>Salah satu cara sederhana adalah memisahkan dana tabungan dari rekening yang digunakan untuk transaksi sehari-hari.<\/p>\n<p>Dengan begitu, dana yang sudah disiapkan untuk tujuan tertentu tidak mudah tercampur dengan pengeluaran lainnya.<\/p>\n<h3>3. Buat Tabungan Berdasarkan Tujuan<\/h3>\n<p>Menabung akan terasa lebih terarah ketika memiliki tujuan yang jelas.<\/p>\n<p>Misalnya:<\/p>\n<p>Dana pensiunTarget usia 55 tahun<\/p>\n<p>Dana liburanTarget perjalanan tahun depan<\/p>\n<p>Dana pendidikanTarget biaya pendidikan<\/p>\n<p>Dana rumahTarget uang muka<\/p>\n<p>Cara ini membuat tabungan tidak terasa sebagai angka yang abstrak. Ada tujuan yang ingin dicapai di balik setiap nominal.<\/p>\n<h2>Gunakan Tabungan Online untuk Menabung Lebih Praktis<\/h2>\n<p>Perkembangan layanan perbankan digital membuat aktivitas menabung dapat dilakukan dengan lebih mudah.<\/p>\n<p>Dengan tabungan online, kamu dapat mengakses rekening melalui aplikasi dan memantau saldo tanpa harus datang ke kantor cabang.<\/p>\n<p>Salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk kebutuhan menabung adalah Tabungan NOW dari neobank.<\/p>\n<p>Tabungan NOW merupakan produk tabungan digital yang dapat digunakan untuk menyimpan dana dan membantu mengelola kebutuhan finansial sehari-hari. Tabungan NOW juga menawarkan bunga harian dan tanpa biaya administrasi, sesuai dengan ketentuan produk yang berlaku.<\/p>\n<p>Dengan rekening yang mudah diakses melalui aplikasi, kamu dapat memantau perkembangan tabungan secara berkala.<\/p>\n<h2>Mulai dari Target yang Realistis<\/h2>\n<p>Target pensiun tidak harus langsung menghasilkan angka yang besar, tapi memiliki tujuan dan mulai membangun kebiasaan.<\/p>\n<p>Misalnya, jika target pensiun masih 20 atau 30 tahun lagi, kamu memiliki waktu lebih panjang untuk membangun tabungan secara bertahap.<\/p>\n<p>Kamu juga dapat mengevaluasi target setiap beberapa waktu. Penghasilan, kebutuhan, dan kondisi kehidupan dapat berubah sehingga rencana keuangan juga perlu disesuaikan.<\/p>\n<h2>Jadi, Target Pensiunmu di Usia Berapa?<\/h2>\n<p>Menentukan usia pensiun adalah langkah awal untuk membuat rencana keuangan jangka panjang.<\/p>\n<p>Mulai dengan menentukan target usia, memperkirakan kebutuhan setelah pensiun, lalu membuat target tabungan yang realistis. Setelah itu, bangun kebiasaan menabung secara konsisten.<\/p>\n<p>Tidak perlu menunggu sampai mendekati usia pensiun untuk mulai memikirkan dana tersebut. Semakin awal kamu menentukan tujuan, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mempersiapkannya.<\/p>\n<p>Dengan Tabungan NOW, kamu dapat mengelola tabungan secara digital dan memantau perkembangan dana melalui aplikasi neobank sesuai kebutuhanmu.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY).\u00a0<\/p>\n<p>*)Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun.<\/p>\n<p>Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.bnc.finance&amp;referrer=adjust_reftag%3Dcve2MaElMjTxo%26utm_source%3DSMO%2B-%2BRegular%2BProduct%2BContent%26utm_campaign%3DMKT%2B-%2BUA%2B-%2BIG%2BFeed%26utm_content%3DTabungan%2BNOW\">PlayStore<\/a> atau <a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/us\/app\/neobank-by-bnc-digital\/id1519178181\">App Store<\/a>. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman <a href=\"https:\/\/www.bankneocommerce.co.id\/id\/individual\/savings\/neo-now\">Tabungan NOW<\/a> di website resmi <a href=\"https:\/\/www.bankneocommerce.co.id\/id\/home\">Bank Neo Commerce<\/a>.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di VRITIMES<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pensiun mungkin masih terasa jauh, terutama jika kamu masih berada di usia produktif. Namun, semakin&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1552,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/f9a8b4b8-fcaf-46df-8409-88ade56b3a9d\/public","fifu_image_alt":"Target Pensiunmu di Usia Berapa?","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1551\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}