{"id":1515,"date":"2026-08-20T16:01:52","date_gmt":"2026-08-20T09:01:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=1515"},"modified":"2026-08-20T16:01:52","modified_gmt":"2026-08-20T09:01:52","slug":"bukan-sekadar-titik-transit-stasiun-dukuh-atas-hubungkan-berbagai-pusat-aktivitas-di-jabodebek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=1515","title":{"rendered":"Bukan Sekadar Titik Transit, Stasiun Dukuh Atas Hubungkan Berbagai Pusat Aktivitas di Jabodebek"},"content":{"rendered":"<p>Setiap pagi, ribuan orang memulai aktivitasnya dari<br \/>\nberbagai penjuru Jabodebek menggunakan LRT Jabodebek. Ada yang menuju kawasan perkantoran<br \/>\ndi Kuningan, sebagian turun di Pancoran, sementara lainnya melanjutkan<br \/>\nperjalanan menggunakan KRL Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, hingga<br \/>\nTransjakarta melalui Stasiun Dukuh Atas. Pola perjalanan tersebut mencerminkan<br \/>\nperan kawasan Dukuh Atas yang tidak lagi sekadar menjadi titik transit,<br \/>\nmelainkan telah berkembang sebagai salah satu titik integrasi antarmoda di<br \/>\nJakarta yang menghubungkan berbagai moda transportasi dan memudahkan masyarakat<br \/>\nmenjangkau beragam pusat aktivitas.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Selama periode bulan Juli 2026, tercatat 397.533<br \/>\npengguna yang turun di Stasiun Dukuh Atas. Menjadikannya stasiun dengan<br \/>\nmobilitas tertinggi di LRT Jabodebek. Pada periode yang sama, LRT Jabodebek<br \/>\nmencatat 233.705 pengguna turun di Stasiun Cikoko, 272.318 pengguna turun di<br \/>\nStasiun Pancoran, 282.397 pengguna turun di Stasiun Kuningan, dan 353.522<br \/>\npengguna turun di Stasiun Harjamukti.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Dengan banyaknya jumlah pengguna yang turun di<br \/>\nStasiun Dukuh Atas, menunjukkan bahwa stasiun ini tidak hanya menjadi tujuan<br \/>\nperjalanan, tetapi juga berperan sebagai pusat integrasi yang menghubungkan<br \/>\nmasyarakat menuju berbagai pusat aktivitas dan moda transportasi lain di<br \/>\nJabodebek.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya<br \/>\nMardika, mengatakan dengan pemanfaatan integrasi antarmoda ini, turut mendorong<br \/>\nperubahan pola mobilitas masyarakat di Jabodebek. Perjalanan tidak lagi<br \/>\nbergantung pada satu kawasan tujuan, tetapi tersebar ke berbagai pusat<br \/>\naktivitas yang terhubung oleh transportasi publik.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat kini tidak hanya mencari moda<br \/>\ntransportasi yang cepat, tetapi juga perjalanan yang saling terhubung.<br \/>\nIntegrasi antarmoda memungkinkan pengguna memilih rute yang paling efisien<br \/>\nsesuai tujuan akhir mereka. Peran LRT Jabodebek bukan hanya membawa pengguna<br \/>\ndari titik asal ke tujuan, tetapi juga menghubungkan berbagai simpul mobilitas<br \/>\nsehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan yang efisien,\u201d<br \/>\nungkapnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Untuk mendukung tingginya mobilitas di sejumlah<br \/>\nstasiun, LRT Jabodebek juga terus melakukan evaluasi pelayanan. Data volume<br \/>\nperjalanan dimanfaatkan untuk menentukan prioritas penempatan petugas,<br \/>\npengelolaan arus pengguna di stasiun dengan mobilitas tinggi, penyampaian<br \/>\ninformasi perjalanan, hingga evaluasi kebutuhan fasilitas di setiap stasiun<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di VRITIMES<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap pagi, ribuan orang memulai aktivitasnya dari berbagai penjuru Jabodebek menggunakan LRT Jabodebek. Ada yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1516,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/ae7345b3-4239-46a5-8bd9-275e9e4169c8\/public","fifu_image_alt":"Bukan Sekadar Titik Transit, Stasiun Dukuh Atas Hubungkan Berbagai Pusat Aktivitas di Jabodebek","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1515","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1515"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1515\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}