{"id":1513,"date":"2026-08-20T16:01:52","date_gmt":"2026-08-20T09:01:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=1513"},"modified":"2026-08-20T16:01:52","modified_gmt":"2026-08-20T09:01:52","slug":"sebuah-janji-yang-tak-terucap-bagaimana-perlindungan-menjaga-masa-depan-700-murid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/?p=1513","title":{"rendered":"Sebuah Janji yang Tak Terucap: Bagaimana Perlindungan Menjaga Masa Depan 700 Murid"},"content":{"rendered":"<p>Di<br \/>\nusia 84 tahun, Auzar tak pernah membayangkan harus kembali memikul tanggung<br \/>\njawab besar. Kepergian keponakan satu-satunya akibat kecelakaan pada 2026 bukan<br \/>\nhanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga amanah untuk melanjutkan<br \/>\npengelolaan sebuah yayasan pendidikan di Bandung yang menaungi sekitar 700<br \/>\nmurid.<\/p>\n<p>Selama<br \/>\nbertahun-tahun, Auzar dan keponakannya mengelola yayasan tersebut bersama. Sang<br \/>\nkeponakan menjadi sosok yang mengatur operasional dan keuangan yayasan,<br \/>\nsementara Auzar mendampingi jalannya kegiatan pendidikan. Kehilangannya membuat<br \/>\nAuzar bukan hanya kehilangan anggota keluarga terdekat, tetapi juga rekan yang<br \/>\nselama ini berbagi tanggung jawab membangun masa depan ratusan anak.<\/p>\n<p>Di<br \/>\ntengah suasana duka, satu hal terus memenuhi pikirannya: bagaimana menjaga<br \/>\nkeberlangsungan yayasan yang telah mereka bangun bersama? Di usianya yang tidak<br \/>\nlagi muda, Auzar mengaku sempat khawatir apakah dirinya mampu melanjutkan<br \/>\namanah tersebut.<\/p>\n<p>Jauh<br \/>\nsebelum musibah itu datang, sang keponakan diam-diam sudah membuat sebuah<br \/>\njanji. Pada Oktober 2025, sebagai nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI), ia<br \/>\nmemperoleh perlindungan asuransi jiwa syariah dari Prudential Syariah melalui<br \/>\nproses referral BSI, dan menunjuk Auzar sebagai penerima manfaat, tanpa sepatah<br \/>\nkata pun kepada pamannya. Sebuah janji yang tak pernah diucapkan, tetapi<br \/>\ndisiapkan dengan sungguh-sungguh: bahwa jika sesuatu terjadi padanya,<br \/>\norang-orang yang ia cintai dan ratusan murid yang ia perjuangkan tidak akan<br \/>\nditinggalkan sendirian.<\/p>\n<p>&#8220;Saya<br \/>\nbaru tahu kalau ternyata keponakan saya sudah memikirkan semua ini sejak lama.<br \/>\nDia khawatir kalau suatu saat dirinya meninggal, saya akan kebingungan, apalagi<br \/>\nselama ini dia yang mengatur keuangan yayasan. Saya sudah tua, tapi saya tetap<br \/>\ningin menjaga amanah yang ditinggalkannya,&#8221; ujar Auzar.<\/p>\n<p>Setelah proses pemakaman selesai, Auzar mulai mengurus<br \/>\nadministrasi pencairan manfaat asuransi dengan melengkapi dokumen yang<br \/>\ndibutuhkan. Seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, hingga manfaat dan<br \/>\nsantunan sebesar <b>Rp562 juta<\/b> diterimanya.<\/p>\n<p>Bagi Auzar, manfaat tersebut bukan sekadar bantuan<br \/>\nfinansial. Kehadirannya memberikan ketenangan di tengah masa berkabung<br \/>\nsekaligus membantunya melanjutkan operasional yayasan dan menjaga amanah yang<br \/>\ntelah diwariskan sang keponakan.<\/p>\n<p>&#8220;Alhamdulillah, Prudential Syariah sangat membantu<br \/>\nsaya melewati masa-masa sulit setelah saya ditinggal keponakan. Saya hanya<br \/>\ntinggal menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Saya didampingi dari awal sampai<br \/>\nakhir, prosesnya juga mudah dan sangat transparan,&#8221; ujar Auzar.<\/p>\n<p>Manfaat perlindungan ini pun terasa melampaui Auzar<br \/>\nseorang. Sebagai pengelola yayasan pendidikan, ia mengakui bahwa dana yang<br \/>\nditerimanya turut menjaga keberlangsungan kegiatan belajar bagi sekitar 700<br \/>\nmurid, sehingga kebutuhan sekolah tetap dapat terpenuhi tanpa hambatan.<\/p>\n<p>&#8220;Yang saya syukuri, manfaat ini tidak hanya membantu<br \/>\nsaya secara pribadi, tetapi juga anak-anak di yayasan. Kegiatan belajar tetap<br \/>\nberjalan. Jadi perlindungan ini benar-benar menyentuh banyak orang, bukan hanya<br \/>\nkeluarga yang ditinggalkan,&#8221; ujar Auzar.<\/p>\n<p>Bagi Auzar, pengalaman ini memperlihatkan bahwa<br \/>\nperlindungan bukan hanya tentang mempersiapkan diri menghadapi risiko, tetapi<br \/>\njuga tentang menjaga orang-orang yang kita cintai ketika kita sudah tidak lagi<br \/>\nbersama mereka. Melalui prinsip tolong-menolong (ta&#8217;awun) dalam dana tabarru&#8217;,<br \/>\nmanfaat yang diterimanya menjadi wujud kepedulian yang tetap dirasakan keluarga<br \/>\nyang ditinggalkan.<\/p>\n<p>Bagi sang keponakan, yayasan dan keluarganya adalah yang<br \/>\nnomor satu di hatinya. Perlindungan yang ia siapkan diam-diam menjadikan janji<br \/>\nitu nyata \u2014 memastikan yang ia cintai tetap terjaga meski ia telah tiada.<\/p>\n<p><b>Vivin<br \/>\nGautama, Chief Customer &amp; Marketing Officer Prudential Syariah<\/b>,<br \/>\nmengatakan, &#8220;Tugas kami adalah memastikan janji seperti itu benar-benar<br \/>\nsampai. Ketika seseorang menyiapkan perlindungan bagi yang nomor satu di<br \/>\nhatinya, di situlah kami hadir \u2014 melindungi yang paling berarti bagi kamu, agar<br \/>\nsetiap janji bisa jadi nyata.&#8221;<\/p>\n<p>Kini,<br \/>\nsetiap hari ketika melihat aktivitas di yayasan yang tetap berjalan, Auzar<br \/>\nmerasa dirinya sedang menunaikan sebuah amanah yang telah dipercayakan<br \/>\nkepadanya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya<br \/>\nberharap kisah saya bisa menjadi pengingat bahwa musibah dapat datang kapan<br \/>\nsaja. Perlindungan yang dipersiapkan sejak dini bukan hanya memberikan<br \/>\nketenangan bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi bentuk kasih sayang kepada<br \/>\nkeluarga dan orang-orang yang kita tinggalkan,&#8221; tutup Auzar.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di VRITIMES<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di usia 84 tahun, Auzar tak pernah membayangkan harus kembali memikul tanggung jawab besar. Kepergian&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1514,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/1736d0d7-23ac-4a3b-bfb9-7c1069ef16bb\/public","fifu_image_alt":"Sebuah Janji yang Tak Terucap: Bagaimana Perlindungan Menjaga Masa Depan 700 Murid","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1513"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1513\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.asiajournaux.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}